Yg termasuk rukun puasa ??

Yg termasuk rukun puasa ??

Jawaban

Ada dua rukun puasa yang masing-masingnya merupakan unsur terpenting yang hakikatnya yaitu;

1. Menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa, sejak terbit
fajar hingga terbenam matahari. Hal ini berdasarkan firman Allah Taala,

“…Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah
ditetapkan Allah bagimu, makan dan minumlah yang jelas bagimu (pebedaan)
antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian
sempurnakanlah puasa sampai datang malam….” (QS. al-Baqarah [2} : 187)

Maksud benang putih dan benang hitam adalah terangnya siang dan gelapnya
malam. Hal ini berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan
Muslim, Adi bin Hatim bercerita,

“Ketika turun ayat “Hingga jelasa bagimu (perbedaan) antara benang putih
dan benang hitam, yaiut fajar,’ akan ambil seutas benang hitam dan
seutas benang putih, lalu aku taruh dibawah bantal dan aku amati di
waktu malam. Maka pagi-pagi aku datang menemui Rasulullah Saw. Dan aku
cerita kepada beliau tentang hal itu. Nabi Saw bersabda, “maksudnya
adalah gelapnya malam dan terangnya siang.”

2. Berniat. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala,

“Padahal mereka hanya diperintahkan menyembah Allah, dengan ikhlas meniatinya semata-mata…” (Al-Bayyinah {98}: 5)

Juga sabda Rasulullah Saw,

“Setiap perbuatan itu hanyalah dengan niat, dan setiap manusia akan memeperoleh apa yang dinikmatinya.”

Berniat puasa hendaknya sebelum fajar, pada tiap malam bulan Ramadhan.
Hal ini berdasarkan hadis Hafsah, ‘Telah bersabda Rasulullah Saw:

“Barang siapa yangbtidak membulatkan niatnya untuk berpuasa  seblum
fajar, maka tidak sah puasanya.” (HR Ahmad dan Ash-Habus Sunan, dan
dinyatakan sah oleh Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban)

Niat berpuasa menjadi sah pada suatu salah satu saat di malam hari.
Tidak disyaratkan untuk mengucapkanya karena hal itu adalah pekerjaan
hati, tidak ada sangkut pautnya dengn lisan. Hakikat niat adalah
menyengaja suatau perbuatan untuk menaati perintah Allah Ta’ala dalam
mengharapkan keridhoan-Nya. Oleh karena itu, barang siapa yang makan
pada waktu sahur dengan maksud akan berpuasa dan dengan menahan diri ini
bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah, berarti ia telah
berniat. Begitu pula orang  yang telah bertekad menghadiri segala hal
yang membatalkan puasa di siang hari dengan ikhlas karena Allah, juga
berarti telah berniat. Walaupun ia tidak makan sahur.

Kemudian menurut kebayakan fuqaha, niat puasa sunnah cukup apabila waktu
siang, yaitu jika seseorang belum makan dan minum. Aisyah berkata,
“Pada suatu hari, Rasulullah Saw. Datang ke rumah, maka tanyanya”

“Adakah padamu makan?’ jawab kami, ‘tidak.’ Nabi Saw bersabda, ‘kalau begitu, aku kan berpuasa.’”(HR Muslim dan Abu Dawud)

Golongan Hanafi mensyaratkan bahwa niat itu hendaknya terjadi sebelum
zawal atau tergelincirnya matahari. Pendapat ini juga adalah yang
terkenal di antara kedua pendapat Syafi’i tetapi Ibnu Mas’ud dan Ahmad
menurut lahir ucapan mereka, niat itu memadai, baik sebelum maupun
sesudah zawal tak ada bedanya.
moga  bermanfaat

Leave a Comment