Apa pengertian eksternal dan internal

Apa pengertian eksternal dan internal

Jawaban

Pengertian eksternal adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan lingkungan luar tubuh. Pengertian  internal adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan lingkungan dalam tubuh. Contohnya adalah pernafasan internal dan pernafasan eksternal. Pernafasan eksternal terjadi pertukaran gas antara kapiler dengan alveolus. Pernafasan internal adalah pertukaran gas antara kapiler dengan jaringan tubuh.

Pembahasan

Pernapasan atau respirasi adalah pertukaran gas antara makhluk hidup (organisme) dengan lingkungannya. Secara umum, pernapasan dapat diartikan sebagai proses menghirup oksigen dari udara serta mengeluarkan karbon dioksida dan uap air. Dalam proses pernapasan, oksigen merupakan zat kebutuhan utama. Oksigen untuk pernapasan diperoleh dari udara di lingkungan sekitar. Dalam proses pernapasan, oksigen dibutuhkan untuk oksidasi (pembakaran) zat makanan. Zat makanan yang dioksidasi tersebut yaitu gula (glukosa). Proses oksidasi zat makanan, bertujuan untuk menghasilkan energi.

Pelajari lebih lanjut tentang organ pernafasan di: 23709189″ class=”sg-link”>23709189.

Pernafasan pada manusia mencakup dua proses, yaitu :

1. Pernafasan eksternal

Adalah pernapasan dimana pertukaran oksigen dan karbon dioksida yang terjadi antara udara dalam gelembung paru-paru (alveolus) dengan darah dalam kapiler/pembuluh darah.

2. Pernafasan internal

Adalah pernapasan dimana pertukaran oksigen dan karbon dioksida antara darah dalam kapiler/pembuluh darah dengan sel-sel jaringan tubuh.

Pada pertukaran udara tersebut melewati membran sel-sel tubuh. Fungsi membran sel yaitu sebagai pengatur keluar masuknya zat (transport zat).  

Ada dua macam transport zat, yaitu:

1. Transport pasif, terdiri dari difusi dan osmosis.

2. Transport aktif

Pertukaran oksigen dengan karbondioksida pada proses pernafasan internal dan eksternal terjadi secara difusi.

Pelajari lebih lanjut tentang transport zat di: 25392114″ class=”sg-link”>25392114.

Berikut mekanisme pertukaran gas pada proses pernafasan.

1. Oksigen masuk ke dalam tubuh melalui inspirasi dari rongga hidung sampai alveolus. Di alveolus terjadi difusi Oksigen ke kapiler paru-paru yang terletak di dinding alveolus. Masuknya Oksigen dari luar (lingkungan) menyebabkan konsentrasi Oksigen di alveolus lebih tinggi dibandingkan dengan Oksigen di kapiler paru-paru. Oleh karena itu, Oksigen akan bergerak dari alveolus menuju kapiler paru-paru, yang disebabkan proses difusi selalu terjadi dari daerah yang berkonsentrasi zat tinggi ke daerah yang berkonsentrasi zat rendah.

2. Oksigen di kapiler arteri diikat oleh eritrosit yang mengandung hemoglobin sampai menjadi jenuh. Makin tinggi konsentrasi oksigen di alveolus, semakin banyak oksigen yang terikat oleh hemoglobin dalam darah.

Reaksi pengikatan Oksigen oleh Hb adalah sebagai berikut:

Hb? + 4 O? —> 4 HbO?

3. Hemoglobin akan mengangkut Oksigen ke jaringan tubuh kemudian berdifusi masuk ke sel-sel tubuh. Di dalam sel-sel tubuh atau jaringan tubuh, Oksigen digunakan untuk proses respirasi di dalam mitokondria sel. Semakin banyak Oksigen yang digunakan oleh sel-sel tubuh, maka semakin banyak karbondioksida yang terbentuk dari proses respirasi. Hal tersebut menyebabkan konsentrasi karbondioksida dalam sel-sel tubuh lebih tinggi dibandingkan karbondioksida dalam kapiler vena sel-sel tubuh.

4. Pengangkutan karbondioksida dilakukan oleh plasma darah dan eritrosit.  Karbondioksida diikat oleh Hb (eritrosit) membentuk karbominohemoglobin (HbCO?) kurang lebih 30%.

Reaksinya sebagai berikut:

Hb + CO? —> HbCO?

Karbondioksida dapat larut dengan baik di dalam plasma darah dan membentuk asam karbonat (H?CO?) kurang lebih 10%.

Reaksinya sebagai berikut:

CO? + H?O —> H?CO?

Akibat terbentuknya asam karbonat tersebut, pH darah menurun sampai 4,5, karena H?CO? sebagai suatu senyawa yang labil akan terurai dan meningkatkan kadar ion H+ darah menjadi ion bikarbonat.

Rekasinya sebagai berikut:

H?CO? + H? —> HCO??

Jadi karbondioksida paling banyak diangkut oleh plasma darah dalam bentuk ion HCO?? kurang lebih 60%.

4. Di paru-paru terjadi difusi karbondioksida dari kapiler vena menuju alveolus. Proses tersebut terjadi karena karbondioksida pada kapiler vena lebih tinggi dari pada karbondioksida dalam alveolus. Kemudian karbondioksida keluar tubuh karena karbondioksida di luar tubuh lebih kecil dibanding karbondioksida di alveolus.

Pelajari lebih lanjut tentang gangguan pernafasan di: 21464083″ class=”sg-link”>21464083.

Detil jawaban

Kelas: 11

Mapel: Biologi

Bab: Sistem Pernafasan

Kode: 11.4.7

#AyoBelajar

Leave a Comment